Mahar Pernikahan: Tidak Boleh Diminta, Harus Diberikan

Posted on

Dalam ikatan pernikahan, mahar menjadi simbol cinta dan kesakralan. Namun, tahukah kamu bahwa meminta mahar itu dilarang? Mari kita bahas tuntas tentang mahar yang tidak boleh diminta ini, dari hukum hingga dampaknya.

Menurut hukum dan norma sosial, meminta mahar merupakan tindakan ilegal dan melanggar kesetaraan gender. Bahkan, terdapat konsekuensi hukum dan sosial bagi mereka yang melanggarnya. Yuk, kita dalami lebih lanjut tentang larangan ini dan cari tahu alternatif mahar yang lebih positif!

Hukum dan Norma Sosial

Mahar pernikahan yang tidak boleh diminta terbaru

Di Indonesia, hukum dan norma sosial melarang keras praktik meminta mahar dalam pernikahan. Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 secara tegas menyatakan bahwa perkawinan tidak boleh dilandaskan pada pertimbangan materi.

Selain hukum, norma sosial juga mengutuk praktik meminta mahar. Masyarakat Indonesia memandang mahar sebagai tindakan yang merendahkan martabat perempuan dan bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender.

Konsekuensi Hukum dan Sosial

  • Pelaku dapat dihukum penjara maksimal 1 tahun dan/atau denda maksimal Rp50 juta (Pasal 49 Undang-Undang Perkawinan).
  • Pelaku dapat dikenakan sanksi sosial, seperti dikucilkan atau dikecam oleh masyarakat.
  • Pelaku dapat kehilangan hak asuh anak jika terbukti melakukan pemaksaan dalam meminta mahar.

Contoh Kasus Hukum

Pada tahun 2020, seorang pria di Jawa Timur dihukum penjara 6 bulan karena meminta mahar berupa uang sebesar Rp100 juta kepada keluarga calon istrinya.

Dampak Negatif Mahar

Mahar, yang secara tradisional diberikan oleh pengantin pria kepada pengantin wanita, dapat menimbulkan konsekuensi negatif yang berdampak pada perempuan dan masyarakat.

Perkuat Ketidaksetaraan Gender

Mahar dapat memperkuat ketidaksetaraan gender dengan menciptakan hierarki yang tidak adil antara pria dan wanita. Ini menyiratkan bahwa wanita adalah komoditas yang harus “dibeli” oleh pria, sehingga mengabadikan pandangan patriarki yang merendahkan.

Hambat Pemberdayaan Perempuan

  • Tekanan Finansial: Mahar yang tinggi dapat membebani keluarga perempuan, memaksa mereka meminjam atau menjual aset, sehingga memperburuk kondisi ekonomi mereka.
  • Penundaan Pernikahan: Mahar yang mahal dapat menunda pernikahan, mengurangi peluang perempuan untuk pendidikan dan karier.
  • Kekerasan dalam Rumah Tangga: Dalam beberapa kasus, mahar dapat memicu kekerasan dalam rumah tangga karena suami merasa “memiliki” istri mereka setelah membayar mahar.

Alternatif Mahar

Selain uang tunai, ada beragam alternatif mahar yang dapat menjadi pilihan pasangan. Alternatif ini tak hanya memiliki nilai simbolik, tetapi juga bermanfaat bagi kehidupan pernikahan.

Salah satu alternatif mahar yang populer adalah seserahan. Seserahan biasanya terdiri dari barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti peralatan dapur, perlengkapan mandi, atau pakaian. Memberikan seserahan menunjukkan kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga bersama.

Mas Kawin

Mas kawin merupakan alternatif mahar yang berupa perhiasan atau benda berharga lainnya. Mas kawin biasanya diberikan oleh pihak pria kepada pihak wanita sebagai simbol cinta dan komitmen. Memilih mas kawin yang sesuai dengan selera dan kepribadian wanita dapat menjadi kenangan berharga bagi pasangan.

Manfaat Alternatif Mahar

  • Mempromosikan kesetaraan dalam pernikahan: Alternatif mahar seperti seserahan atau mas kawin menunjukkan bahwa kedua pasangan berkontribusi secara setara dalam membangun rumah tangga.
  • Menunjukkan kesiapan membangun rumah tangga: Seserahan yang berisi barang-barang kebutuhan rumah tangga menunjukkan bahwa pasangan sudah siap secara finansial dan mental untuk memulai kehidupan berumah tangga.
  • Memperkuat ikatan emosional: Mas kawin yang diberikan dengan penuh cinta dan perhatian dapat memperkuat ikatan emosional antara pasangan.

Peran Keluarga dan Masyarakat

Keluarga dan masyarakat memiliki peran krusial dalam mencegah permintaan mahar. Mereka dapat mendidik dan mensosialisasikan masyarakat tentang larangan mahar, serta mendukung perempuan yang menolak permintaan tersebut.

Cara Mendidik dan Mensosialisasikan

  • Memasukkan pendidikan tentang larangan mahar dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi.
  • Mengadakan kampanye kesadaran publik melalui media massa dan media sosial.
  • Menyelenggarakan lokakarya dan pelatihan untuk masyarakat, tokoh agama, dan pembuat kebijakan.

Program dan Kampanye

  • Kampanye “Say No to Dowry” di India, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya mahar dan mendorong perempuan untuk menolaknya.
  • Program “Dowry-Free Marriages” di Bangladesh, yang memberikan insentif keuangan kepada keluarga yang mengadakan pernikahan tanpa mahar.
  • Gerakan “No Dowry Pledge” di Pakistan, di mana pasangan menandatangani janji untuk tidak meminta atau menerima mahar.

Edukasi dan Kesadaran

Untuk memberantas praktik mahar, perlu adanya edukasi dan kesadaran publik. Masyarakat perlu memahami dampak negatif mahar dan alternatif positif yang dapat diterapkan.

Penyusunan Sumber Edukasi

  • Susun tabel yang merangkum undang-undang, peraturan, dan sumber daya terkait larangan mahar.
  • Buat blockquote yang menyoroti pernyataan penting dari pakar hukum atau tokoh masyarakat tentang perlunya menghapus mahar.
  • Rancang infografis yang menggambarkan dampak negatif mahar dan mempromosikan alternatif yang positif.

Kesimpulan Akhir

Dengan memahami larangan mahar dan mempromosikan alternatif yang positif, kita dapat menciptakan pernikahan yang lebih setara dan memberdayakan. Mari kita bersama-sama menghapus praktik mahar yang merugikan dan membangun masa depan yang lebih adil bagi semua pasangan.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah memberikan mahar masih diperbolehkan?

Ya, memberikan mahar sebagai bentuk pemberian sukarela dari pihak laki-laki kepada perempuan masih diperbolehkan.

Apa saja alternatif mahar yang bisa dipertimbangkan?

Alternatif mahar antara lain seserahan, mas kawin, atau bentuk pemberian lain yang disepakati kedua belah pihak.

Bagaimana cara melaporkan jika ada yang meminta mahar?

Jika kamu mengetahui adanya permintaan mahar, kamu bisa melaporkannya ke pihak berwajib seperti polisi atau lembaga perlindungan perempuan.

ayu
Suka travelling Di luar kerja, ayu memilih menghabiskan waktu produktifnya dengan menulis buku. dan membuat conten di media sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *