pernikahan adat jawa tata cara lengkap

Prosesi Pernikahan Adat Jawa: Tata Cara Lengkap dari Awal hingga Akhir

Posted on

Mbah-mbahku pernah bilang, pernikahan adat Jawa itu kayak pertunjukan wayang. Penuh dengan makna dan simbolisme. Setiap gerakan, setiap ucapan, punya arti tersendiri. Nah, biar nggak penasaran, aku mau ngajak kalian menyelami prosesi pernikahan adat Jawa yang lengkap dari awal hingga akhir.

Siap-siap terpesona sama keindahannya, lur!

Pernikahan adat Jawa nggak cuma soal manten yang cantik dan gagah. Tapi juga soal nilai-nilai luhur yang diturunkan dari nenek moyang. Jadi, sebelum melangkah ke pelaminan, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari lamaran, seserahan, hingga siraman.

Prosesi Adat Jawa

pernikahan adat jawa tata cara lengkap terbaru

Pernikahan adat Jawa merupakan salah satu tradisi pernikahan tertua dan terkaya di Indonesia. Prosesi pernikahan adat Jawa sangat kompleks dan penuh makna, mulai dari persiapan hingga resepsi pernikahan.

Prosesi adat Jawa memiliki makna dan simbolisme yang mendalam. Setiap ritual dan upacara dalam prosesi pernikahan adat Jawa memiliki makna tersendiri, yang mencerminkan nilai-nilai dan kepercayaan masyarakat Jawa.

Persiapan Pernikahan

Persiapan pernikahan adat Jawa dimulai dengan prosesi lamaran. Dalam prosesi lamaran, pihak pria datang ke rumah pihak wanita untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka untuk menikah.

Setelah lamaran diterima, kedua belah pihak akan mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan. Persiapan pernikahan adat Jawa meliputi:

  • Menentukan tanggal dan tempat pernikahan
  • Membuat undangan pernikahan
  • Menyiapkan hantaran pernikahan
  • Menyiapkan pakaian pengantin dan aksesoris
  • Menyiapkan dekorasi pernikahan

Prosesi Pernikahan

Prosesi pernikahan adat Jawa dimulai dengan upacara siraman. Dalam upacara siraman, kedua mempelai dimandikan dengan air yang dicampur dengan bunga dan wewangian. Upacara siraman memiliki makna pembersihan diri dan memohon restu kepada Tuhan.

Setelah upacara siraman, kedua mempelai akan menjalani upacara paes. Dalam upacara paes, rambut kedua mempelai akan disanggul dan diberi paes. Paes merupakan hiasan kepala khas Jawa yang memiliki makna kecantikan dan kesucian.

Setelah upacara paes, kedua mempelai akan menjalani upacara akad nikah. Dalam upacara akad nikah, kedua mempelai akan mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu dan saksi. Akad nikah merupakan puncak dari prosesi pernikahan adat Jawa.

Setelah upacara akad nikah, kedua mempelai akan menjalani upacara resepsi pernikahan. Dalam upacara resepsi pernikahan, kedua mempelai akan diperkenalkan kepada tamu undangan dan menerima ucapan selamat.

Peran Keluarga dan Masyarakat

Dalam prosesi pernikahan adat Jawa, keluarga dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Keluarga bertanggung jawab untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan, mulai dari persiapan lamaran hingga resepsi pernikahan.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Masyarakat akan membantu keluarga dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan, seperti menyiapkan dekorasi pernikahan dan menyediakan makanan untuk tamu undangan.

Tata Cara Pernikahan Adat Jawa

pernikahan adat jawa tata cara lengkap terbaru

Prosesi pernikahan adat Jawa merupakan salah satu tradisi yang masih lestari hingga saat ini. Tata cara pernikahan adat Jawa memiliki beragam tahapan dan aturan yang harus diikuti oleh kedua mempelai dan keluarga besar mereka. Yuk, kita bahas lebih detail mengenai tata cara pernikahan adat Jawa!

Tahapan Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat Jawa memiliki beberapa tahapan utama, di antaranya:

  • Pra-Pernikahan: Tahap ini meliputi proses lamaran, seserahan, dan siraman.
  • Pernikahan: Tahap ini meliputi akad nikah, panggih, dan resepsi pernikahan.
  • Pasca-Pernikahan: Tahap ini meliputi upacara adat ngunduh mantu dan gepyokan.

Doa-Doa dalam Pernikahan Adat Jawa

Dalam pernikahan adat Jawa, terdapat beberapa doa yang dipanjatkan selama prosesi berlangsung, di antaranya:

  • Doa Lamaran: Doa yang dipanjatkan saat prosesi lamaran, memohon agar lamaran diterima dan kedua belah pihak diberikan kelancaran.
  • Doa Seserahan: Doa yang dipanjatkan saat prosesi seserahan, memohon agar seserahan diterima dengan baik dan menjadi berkah bagi kedua mempelai.
  • Doa Siraman: Doa yang dipanjatkan saat prosesi siraman, memohon agar kedua mempelai dibersihkan dari segala kotoran dan malapetaka.
  • Doa Akad Nikah: Doa yang dipanjatkan saat prosesi akad nikah, memohon agar pernikahan kedua mempelai sah dan diberkahi.
  • Doa Panggih: Doa yang dipanjatkan saat prosesi panggih, memohon agar kedua mempelai bersatu dalam ikatan cinta dan kasih sayang.
  • Doa Resepsi Pernikahan: Doa yang dipanjatkan saat resepsi pernikahan, memohon agar kedua mempelai diberikan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Pantangan dalam Pernikahan Adat Jawa

Dalam pernikahan adat Jawa, terdapat beberapa pantangan yang harus dipatuhi oleh kedua mempelai dan keluarga besar mereka, di antaranya:

  • Tidak boleh menikah pada hari Selasa Kliwon: Hari Selasa Kliwon dianggap sebagai hari yang buruk untuk menikah karena dipercaya membawa sial.
  • Tidak boleh menikah pada bulan Suro: Bulan Suro dianggap sebagai bulan yang sakral sehingga tidak baik untuk menikah.
  • Tidak boleh menikah pada saat hamil: Wanita yang sedang hamil tidak diperbolehkan menikah karena dianggap membawa sial.
  • Tidak boleh menikah dengan saudara sedarah: Pernikahan dengan saudara sedarah dianggap sebagai aib dan tidak diperbolehkan.

Busana dan Perlengkapan Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan adat Jawa dikenal dengan busana dan perlengkapannya yang khas. Setiap elemen busana dan perlengkapan ini memiliki makna dan simbolisme tersendiri.

Jenis-jenis Busana dan Perlengkapan Pengantin

  • Busana Pengantin Pria: Biasanya terdiri dari beskap, kain jarik, blangkon, keris, dan sepatu. Beskap adalah baju atasan yang terbuat dari kain beludru atau sutra, sedangkan kain jarik adalah kain panjang yang dililitkan di pinggang.
  • Busana Pengantin Wanita: Terdiri dari kebaya, kain jarik, selendang, paes, dan sanggul. Kebaya adalah baju atasan yang terbuat dari kain beludru atau sutra, sedangkan kain jarik adalah kain panjang yang dililitkan di pinggang.
  • Perlengkapan Pengantin: Selain busana, pengantin juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti perhiasan, bunga, dan payung.

Contoh-contoh Busana Pengantin Adat Jawa dari Berbagai Daerah di Jawa

  • Jawa Tengah: Busana pengantin Jawa Tengah dikenal dengan warna-warna yang cerah dan motif yang ramai. Pengantin pria biasanya mengenakan beskap berwarna hitam atau biru tua, sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya berwarna merah atau hijau.
  • Jawa Timur: Busana pengantin Jawa Timur lebih sederhana dibandingkan dengan busana pengantin Jawa Tengah. Pengantin pria biasanya mengenakan beskap berwarna hitam atau putih, sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya berwarna putih atau krem.
  • Jawa Barat: Busana pengantin Jawa Barat memiliki ciri khas berupa siger, yaitu hiasan kepala yang dikenakan oleh pengantin wanita. Siger biasanya terbuat dari emas dan bertahtakan batu mulia.

Makna dan Simbolisme Busana dan Perlengkapan Pernikahan Adat Jawa

Setiap elemen busana dan perlengkapan pernikahan adat Jawa memiliki makna dan simbolisme tersendiri. Misalnya, warna merah pada kebaya pengantin wanita melambangkan keberanian dan cinta, sedangkan warna hitam pada beskap pengantin pria melambangkan kekuatan dan kejantanan.

Makanan dan Hidangan Pernikahan Adat Jawa

Makanan dan hidangan dalam pernikahan adat Jawa punya makna dan simbolisme yang dalam. Nggak cuma soal rasa, tapi juga punya filosofi dan tradisi yang udah turun-temurun. Yuk, kita intip bareng-bareng!

Makanan dan Hidangan Utama

  • Nasi Tumpeng: Nasi kuning yang dibentuk kerucut ini melambangkan gunung dan kemakmuran. Biasanya, tumpeng disajikan dengan lauk-pauk seperti ayam panggang, telur rebus, dan sayuran.
  • Gudeg: Gudeg nangka muda yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah ini wajib ada di pernikahan adat Jawa. Gudeg melambangkan keharmonisan dan kebahagiaan.
  • Sate: Sate ayam, kambing, atau sapi yang dibakar dengan bumbu kecap dan kacang ini jadi favorit banyak orang. Sate melambangkan kekuatan dan kejantanan.
  • Tahu dan Tempe Bacem: Tahu dan tempe yang dimasak dengan bumbu kecap manis ini punya makna kesederhanaan dan kerukunan.
  • Gado-gado: Sayuran rebus yang disiram bumbu kacang ini melambangkan keberagaman dan kesatuan.

Makanan dan Hidangan Pendamping

  • Apem: Kue apem yang terbuat dari tepung beras dan gula jawa ini melambangkan harapan dan doa agar pernikahan langgeng.
  • Jajan Pasar: Berbagai macam jajanan pasar seperti onde-onde, klepon, dan cucur disajikan untuk menambah kemeriahan pernikahan.
  • Buah-buahan: Buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan apel disajikan sebagai simbol kesuburan dan kesegaran.

Tradisi dan Kebiasaan

  • Sungkeman: Sebelum resepsi dimulai, kedua mempelai melakukan sungkeman kepada orang tua dan keluarga. Sungkeman ini sebagai bentuk penghormatan dan permintaan doa restu.
  • Kacar-kucur: Tradisi ini dilakukan dengan melempar uang receh ke arah para tamu undangan. Kacar-kucur melambangkan harapan agar kedua mempelai diberi rezeki yang berlimpah.
  • Meja Payung: Meja payung adalah meja khusus yang disiapkan untuk kedua mempelai. Meja ini biasanya dihias dengan bunga-bunga dan lilin.

Musik dan Tari Pernikahan Adat Jawa

pernikahan adat jawa tata cara lengkap terbaru

Musik dan tari adalah elemen penting dalam pernikahan adat Jawa. Keduanya memiliki makna dan simbolisme yang mendalam, serta membantu menciptakan suasana yang meriah dan khidmat.

Jenis-jenis Musik dan Tari dalam Pernikahan Adat Jawa

Dalam pernikahan adat Jawa, terdapat berbagai jenis musik dan tari yang biasa ditampilkan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gamelan: Gamelan adalah seperangkat alat musik tradisional Jawa yang terdiri dari berbagai jenis gong, saron, kendang, dan lain-lain. Gamelan biasanya dimainkan untuk mengiringi tari-tarian tradisional Jawa.
  • Karawitan: Karawitan adalah seni musik tradisional Jawa yang dimainkan dengan menggunakan alat musik gamelan. Karawitan biasanya ditampilkan untuk mengiringi upacara adat, seperti pernikahan, kelahiran, dan kematian.
  • Tari Bedhaya: Tari Bedhaya adalah tari tradisional Jawa yang dibawakan oleh sembilan orang penari wanita. Tari Bedhaya biasanya ditampilkan pada upacara-upacara adat kerajaan, seperti pernikahan raja dan ratu.
  • Tari Srimpi: Tari Srimpi adalah tari tradisional Jawa yang dibawakan oleh empat orang penari wanita. Tari Srimpi biasanya ditampilkan pada upacara-upacara adat kerajaan, seperti pernikahan raja dan ratu.
  • Tari Golek: Tari Golek adalah tari tradisional Jawa yang dibawakan oleh boneka kayu. Tari Golek biasanya ditampilkan pada upacara-upacara adat, seperti pernikahan dan kelahiran.

Makna dan Simbolisme Musik dan Tari dalam Pernikahan Adat Jawa

Musik dan tari dalam pernikahan adat Jawa memiliki makna dan simbolisme yang mendalam. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gamelan: Gamelan melambangkan keharmonisan dan keselarasan. Bunyi gamelan yang merdu dipercaya dapat membawa berkah dan kebahagiaan bagi kedua mempelai.
  • Karawitan: Karawitan melambangkan keindahan dan keanggunan. Musik karawitan yang lembut dan syahdu dipercaya dapat menciptakan suasana yang tenang dan damai.
  • Tari Bedhaya: Tari Bedhaya melambangkan kesucian dan kesakralan pernikahan. Tari Bedhaya biasanya ditampilkan pada upacara-upacara adat kerajaan, seperti pernikahan raja dan ratu.
  • Tari Srimpi: Tari Srimpi melambangkan kegembiraan dan kebahagiaan. Tari Srimpi biasanya ditampilkan pada upacara-upacara adat kerajaan, seperti pernikahan raja dan ratu.
  • Tari Golek: Tari Golek melambangkan kehidupan dan kematian. Tari Golek biasanya ditampilkan pada upacara-upacara adat, seperti pernikahan dan kelahiran.

Pemungkas

pernikahan adat jawa tata cara lengkap

Pernikahan adat Jawa adalah sebuah perayaan cinta dan kebersamaan. Lewat prosesi yang sakral dan penuh makna, dua insan dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Semoga tulisan ini bisa memberi kalian gambaran tentang indahnya pernikahan adat Jawa. Buat yang belum nikah, semoga bisa jadi inspirasi.

Buat yang udah nikah, semoga pernikahannya langgeng dan bahagia. Salam rukun, lur!

Tanya Jawab (Q&A)

Apa saja tahapan prosesi pernikahan adat Jawa?

Prosesi pernikahan adat Jawa terdiri dari beberapa tahapan, di antaranya lamaran, seserahan, siraman, midodareni, ijab kabul, panggih, resepsi, dan sungkeman.

Apa makna dan simbolisme di balik setiap ritual dalam pernikahan adat Jawa?

Setiap ritual dalam pernikahan adat Jawa memiliki makna dan simbolisme tersendiri. Misalnya, siraman melambangkan pembersihan diri sebelum memasuki kehidupan baru, midodareni melambangkan pertemuan kedua keluarga besar, dan ijab kabul melambangkan ikatan suci antara kedua mempelai.

Apa saja jenis busana dan perlengkapan yang dikenakan dalam pernikahan adat Jawa?

Busana dan perlengkapan yang dikenakan dalam pernikahan adat Jawa sangat beragam, tergantung pada daerah dan adat istiadat setempat. Namun, secara umum, pengantin pria mengenakan beskap dan blangkon, sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya dan paes.

Apa saja makanan dan hidangan yang biasa disajikan dalam pernikahan adat Jawa?

Makanan dan hidangan yang disajikan dalam pernikahan adat Jawa juga sangat beragam. Namun, beberapa menu yang umum disajikan antara lain nasi gudeg, sate, opor ayam, dan soto.

Apa saja jenis musik dan tari yang biasa ditampilkan dalam pernikahan adat Jawa?

Musik dan tari yang ditampilkan dalam pernikahan adat Jawa juga sangat beragam. Namun, beberapa jenis musik dan tari yang umum ditampilkan antara lain gamelan, tari jaipong, dan tari serimpi.

ayu
Suka travelling Di luar kerja, ayu memilih menghabiskan waktu produktifnya dengan menulis buku. dan membuat conten di media sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *